“gue pasti bisa!!!!”
Kalimat itu terlihat jelas di dalam kamar Raya, gadis 16 tahun yang sangat bercita-cita menjadi seorang programmer handal, seorang gadis pintar, periang, dan sangat menyayangi kedua orang tuanya. Namun, ada tembok besar yang menghalangi keinginannya menjadi seorang programmer.
Ayahnya hanya seorang karyawan biasa yang harus menghidupi dia dan juga keluarganya. Ibunya hanya bekerja sebagai penjahit di rumahnya sendiri. Raya memiliki satu orang adik laki-laki, Raka, usianya baru 6 tahun.
Raya memiliki 3 orang sahabat Satria, Liana, dan Dito. Berbeda dengan Raya ketiga sahabatnya ini lahir dari keluarga yang berkecukupan. Untunglah ketiga sahabatnya tidak pernah menyinggung keadaan keluarganya yang kekurangan.
1 hal yang dimililiki Raya yang tidak dimiliki sahabatnya adalah kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya. Orang tua dari tiga sahabatnya itu sibuk bekerja.
Persahabatan mereka dimulai saat Masa Orientasi Siswa di SMA Nusantara, Sekolah swasta favorit di Jakarta, Raya mendapatkan beasiswa di sekolah tersebut. Mereka berempat ada di dalam 1 kelas yang sama. Sebelumnya Satria, Liana, dan Dito sudah bersahabat sejak mereka SMP, orang tua mereka bekerja di bidang yang sama.
Sekarang mereka berempat duduk di kelas XII IPA. Mereka sudah tidak lagi berada di satu kelas yang sama, hanya Raya dan Satria yang ada di kelas yang sama.
Satria :“Yeah,,gw sekelas lagi sama Raya…”(ketawa puas) “mohon bantuannya Ray,,”
Dito :“ati2 ray ma bang-sat..”
Satria :”ah,,siaul lw to..ga gitu juga kali…kita kan saling bantu…ya ga ray..?”
Raya :“up to you deh sat..”
Tiba-tiba Liana datang sambil bawa majalah computer..
Liana :“Ray,,gw liat tulisan lw di majalah nie…asik..makan2 donk kita??”
Raya :“sorry guys..rencana gw juga mau traktir kalian makan…tapi uang hasil tulisan gw dah dipake buat biaya sekolah si Raka…next time deh…ok”
Dito :“hemm..no problemo ray,,,gw yang traktir kali ini…tapi kapan2 lw ganti ya…”(mencoba menghibur)
Raya emang suka nulis, biasanya tulisannya ‘berbau’ teknologi. Uang hasil tulisannya tersebut dia gunakan untuk keperluan pribadinya, tidak jarang juga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar